• Si predator eksotik, hewan bercorak loreng-loreng ini mampu berlari dengan kecepatan sampai 60 km/jam. Cakar tajamnya sanggup mencabik mangsa cukup dengan satu sikatan saja. Suara aumannya bahkan juga dapat kedengar sampai 3 km.
  • Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) sebagai spesies yang langka di dunia. Kehadiran badak jawa di Indonesia cuma di TNUK dan teronsentrasi di Semenanjung Ujung Kulon.
  • Burung rangkong atau enggang merupakan Satu diantara burung mempunyai ukuran besar sebagai kekayaan fauna di Indonesia. Disamping ukuran tubuhnya yang besar, rangkong pun miliki paruh besar, panjang, tetapi enteng.
  • Owa Jawa atau Hylobates moloch ialah semacam primata anggota suku Hylobatidae dengan angka populasi di antara seribu sampai dua ribu ekor saja.
  • Sesuai namanya, Jalak Bali burung yang mempunyai nama Leucopsar rothschildi datang dari Pulau Bali. Warga di tempat mengenalinya sebagai curik putih atau curik Bali dan sudah jadi maskot Pulau Dewata semenjak 1991.

Wednesday, April 27, 2022

3 Hewan endemik kalimantan yang langka dan dilindungi negara

 


Kalimantan
adalah daerah di Indonesia yang mempunyai teritori rimba hujan tropis yang luas. Tempat itu jadi lingkungan yang pas untuk banyak tipe fauna hidup, terhitung beberapa salah satunya ialah hewan epidemik.

Ini kali, rekan-rekan akan dibawa mengenali tiga fauna endemik ciri khas Kalimantan.

Tiga fauna itu ialah beruang madu, bekantan, dan burung raja-udang kalung-biru yang dilindungi karena sangat jarang.

Berikut akan diterangkan ciri-ciri dan beberapa hal menarik mengenai tiga fauna endemik ini.

1. Beruang madu



Beruang madu (Helarctos malayanus) ialah spesies beruang paling kecil di dunia dan salah satunya yang sedikitnya didalami. Mereka menempati rimba tropis Asia Tenggara, dimulai dari ujung timur India, Bangladesh, lewat Burma, Laos, Thailand, Kamboja, Vietnam, Malaysia dan beberapa pulau Sumatra dan Kalimantan.

Sejauh capaian mereka, beruang madu sedang terancam oleh penghancuran habitat, kebakaran rimba bertaraf besar, pemburuan untuk empedu dan anggota badan lain dan perdagangan hewan piaraan ilegal. Teror khusus untuk populasi beruang madu liar di Indonesia ialah lenyapnya habitat. Ini pada gilirannya memunculkan perselisihan di antara manusia dan beruang hingga beruang didorong keluar habitat alami mereka dan terkadang masuk ke kebun dan makan tanaman.

Beruang madu sudah dilindungi di Indonesia semenjak 1973. Ini ialah ilegal untuk diperjualbelikan atau mempunyai beruang madu dan beberapa bagian badannya. Walau pelindungan hukumnya yang lumayan bagus di atas kertas, pada hakekatnya penegakan hukum di Indonesia masih kurang kuat dalam realisasinya. Hal ini berlaku untuk banyak spesies sangat jarang dan terancam musnah yang lain seperti orangutan, bekantan, dan macan tutul. Hutan-hutan Dipterocarpaceae daratan rendah Kalimantan benar-benar kaya keberagaman hayati. Sayang, rimba ini cepat dihancurkan oleh penebangan pohon yang terlalu berlebih, alterasi jadi perkebunan kelapa sawit, dan kebakaran rimba. Tanah longsor, erosi, kekeringan lokal dan banjir, yang bertambah frekwensinya karena eksplorasi yang terlalu berlebih dan penghancuran.

Di tahun 1997, Gabriella Fredriksson mengawali riset periode panjangnya pada beruang madu di Rimba Lindung Sungai Wain. Rimba, berada dengan batasan-batas Balikpapan, sebagai rumah untuk sekitaran 50-100 beruang madu liar. Riset Gabriella dan usaha pelestariannya yang hasilkan publikasi dan perhatian yang terpusat pada beruang madu. Di tahun 2002, Balikpapan, salah satunya kota paling besar di Kalimantan-Indonesia, mengusung beruang madu sebagai maskot resminya.

2. Bekantan



Salah satunya kekayaan keberagaman hayati Kalimantan ialah bekantan atau Nasalis Larvatus. Sekarang ini populasi bekantan sangat mencemaskan, diprediksi cuma 20 beberapa ribu di Pulau Borneo, Sabah, Brunei, dan Serawak.

Spesies primata satu ini ialah primata sangat jarang dan epidemik Kalimantan. Sekarang ini IUCN Redlist mengategorikan hewan ini dalam status pelestarian "Terancam" (Endangered). Satwa ini jadi maskot (fauna identitas) propinsi Kalimantan Selatan berdasar SK Gubernur Kalsel No. 29 Tahun 1990 tanggal 16 Januari 1990.

Banyak panggilan nama yang dipunyai bekantan dari beragam wilayah dan negara. Orang Inggris mengatakan Long-Nosed Monkey atau Proboscis Monkey. Di Malaysia dinamai Kera Bekantan, Bangkatan untuk Bruney, dan Neusaap di Belanda. Orang Kalimantan sendiri memberi beberapa nama untuk sang kera seksi satu ini ibarat Kera Belanda, Pika, Bahara Bentang, Raseng, dan Kahau.

Keunikan yang paling menonjol selainnya mempunyai hidung besar, rupanya punyai ketidaksamaan fisik di antara betina dan jantan. Untuk bekantan jantan hidung yang dipunyai semakin besar dibanding yang betina tetapi hidung betina tidak sekecil monyet. Hidung bekantan jantan demikian besar yang kelihatan menggantung di atas mulut. Jika ingin makan sang jantan ini harus menggerakkan hidungnya keluar mulut agar menempatkan makanan ke mulut mereka.

Disamping itu, bekantan pintar mainkan gestur dalam beragam keadaan, seperti saat geram dan senang karena itu hidung mereka akan membesar dan berbeda merah. Jika pada kondisi bahaya bekantan akan keluarkan suara serupa klakson mobil yang keras seperti peringatan dan hidung mereka akan mencolok lempeng. Untuk bekantan hidung mempunyai peranan sebagai resonator saat bekantan bernada.

Perut besar yang dipunyai bekantan membuat mekanisme pencernaan mereka dapat makan daun sebagai suplai makanan khusus mereka. Dalam perut ada beberapa bagian sarat dengan bakteri yang mengolah selulosa. Bakteri ini menolong mengolah daun dan menetralisir toksin dalam daun tertentu. Besar perut bekantan seperempat dari berat tubuhnya, hingga tidaklah aneh jika bekantan kelihatan hamil tetap.

Tinggi bekantan jantan 2 sampai 2,5 kaki (66-72 cm), dan beratnya 16-23 kg, sementara betina 1,7-2 kaki (53-61 cm) panjang dan beratnya cuma 7-11 kg. Ekornya sama panjang dengan tubuh bekantan. Hewan ini dikenal juga sebagai hewan yang suka hidup bergerombol 12-27 ekor, ada pula yang mempunyai anggota 60 sampai 80 jantan dan betina. Kelompok-kelompok bekantan tidak banyak memiliki susunan untuk jenjangnya. Mekanisme sosial bekantan mempunyai dua tingkat, satu barisan yang anggotanya jantan semuanya yang terbagi dalam

anak, remaja dan jantan dewasa. Jantan remaja akan tinggalkan barisan pada usia sekitaran 18 bulan, dan tergabung dengan barisan yang semua anggotanya jantan.

Bulu-bulu bekantan coklat kemerahan di punggung dan pundak, sampai di sisi tengah. Dada mereka warna krem, kerah krem leher dan pinggang sampai bokong dan ekornya. Lengan dan kaki bekantan yang panjang dengan kulit tangan dan kaki abu-abu. Warna oranye semakin menarik perhatian dengan tutupi beberapa pundak dan ada seperti topi bulu-bulu merah gelap tutupi kepala bekantan.

Tidak itu saja kekhasan yang dipunyai bekantan. Mukanya unik karena warna merah-daging dengan mata kecil cokelat yang pintar. Telinganya kecil dan lempeng ke atas kepala mereka. Kekhasan bekantan ini, membuat bekantan kerap jadi maskot oleh pemerintahan dan swasta, seperti pada Asian Game, Dunia Fantasi, dan maskot propinsi Kalimantan Selatan. Ini tidak terlepas dari banyak faksi supaya kita melestarikan bekantan yang sekarang ini nyaris musnah.

Bekantan melahirkan satu bayi pada sebuah musim. Masa kehamilan mereka ialah sekitaran 166 hari. Umumnya mereka melahirkan bayi saat malam hari dan bayi yang baru lahir mempunyai muka biru dan bulu-bulu nyaris hitam yang jarang. Di umur 3 sampai empat bulan terjadi peralihan warna pada anak bekantan, semuanya mengisyaratkan mereka telah dewasa.

Beberapa betina sama-sama bekerja bersama, di mana mereka sama-sama jaga dan menyusui anak-anak bekantan lain. Bayi ini baru dapat terlepas dari si ibu sesudah setahun, ketika si ibu telah mempunyai bayi yang lain. Bekantan jantan akan capai kematangan seksual pada sekitaran 4-5 tahun dan betina dalam 4 tahun. Waktu itu umur mereka sekitaran 20 tahun.

Bekantan masuk ke keluarga spesies Genus Nasalis yang mempunyai dua subspecies Nasalis larvatus larvatus dan Nasalis larvatus orientalis.Untuk Nasalis larvatus larvatus tinggal nyaris di semua sisi pulau Kalimantan, dan Nasalis larvatus orientalis diam pada bagian timur laut dari Pulau Kalimantan. Bekantan dikenali sebagai hewan yang susah diamankan, lebih suka tingggal di rimba kombinasi, rimba bakau, rimba mangrove, rimba daratan rendah dekat air tawar, dan sungai.

Hewan ini cenderung pilih istirahat dan tidur di rimba tidak jauh dari saluran air. Mereka umumnya menghindar beberapa daerah terbuka dan permukiman manusia. Bekantan umumnya tidak bergerak lebih jauh dari 1.969 kaki (600 m) dari sungai atau perairan. Bekantan dikenali sebagai perenang terbaik, tapi berenang jika dibutuhkan saja.

Di tahun 1994, populasi bekantan di Kalimantan ditaksir beberapa 114.000 ekor (Bismark, 2002). Tetapi pada simposium PHVA bekantan tahun 2004, populasi bekantan ditaksir tinggal 25.000 ekor, dan yang ada di teritori pelestariannya 5.000 ekor. (K-RG)

3. Burung raja-udang kalung-biru



Burung Raja-udang kalung-biru (Alcedo euryzona) menjadi satu diantara burung sangat jarang sekalian burung dilindungi di Indonesia. Burung yang dinamakan sebagai Blue-banded Kingfisher ini sebagai burung pemakan ikan dari kerabat Alcedinidae.

Raja-udang kalung biru, biasa dicatat dengan Rajaudang kalung-biru, dengan bahasa Inggris dikenali sebagai Blue-banded Kingfisher atau Javan Blue-banded Kingfisher. Nama latin hewan ini ialah Alcedo euryzona Temminck yang memiliki dua subspesies yakni Alcedo euryzona euryzona dan Alcedo euryzona peninsulae. Tetapi oleh Sibley and Monroe (1990, 1993) seperti sudah diyakini IUCN ke-2 nya dibagi jadi dua spesies tersediri yakni Alcedo euryzona (Javan Blue-banded Kingfisher) dan Alcedo peninsulae (Malay Blue-banded Kingfisher).

Burung sangat jarang ini memiliki ukuran sedang dengan panjang badan sekitaran 18 cm. Bulu-bulunya warna biru tua dan putih. Bulu-bulu pada mahkota, segi kepala, dan sayap warna hitam kebiruan gelap. Mempunyai garis dada, bulu-bulu punggung dan ekor warna biru muda. Tutup telinga, kerongkongan dan perut memiliki warna keputih-putihan, tersapu merah karat. Pada burung Raja-udang kalung biru betina memiliki perut dengan bulu jingga-merah karat dan kerongkongan krem. Irislah warna coklat, ke-2 paruh burung jantan warna hitam, sedang paruh betina sisi atas hitam dan paruh bawah warna kemerahan. Kaki merah jelas. Burung betina pada ras Kalimantan dan Sumatera (Alcedo euryzona peninsulae) mempunyai garis dada, dan ras Jawa (Alcedo euryzona euryzona) tidak memiliki.

Burung Raja-udang kalung-biru sebagai pemalu yang menempati wilayah disekitaran sungai berbatu pada rimba hujan tropis sampai rimba mangrove di ketinggian sampai 1250 mtr. dpl. Burung pemakan ikan, tetapi konsumsi bermacam serangga, reptil kecil dan udang-udangan disekitaran sungai. Dan suara burung ini nyaris serupa saudara dekatnya, Raja-udang Erasia.

Wilayah tebaran burung ini terbatas di pulau Jawa untuk subspesies Alcedo euryzona euryzona. Dan untuk subspesies Alcedo euryzona peninsulae dapat ditemui di Sumatera dan Kalimantan (Indonesia) dan di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Myanmar.

Populasi ras Jawa diprediksi sedikit pada range di antara 50-249 ekor burung dewasa. Bahkan juga berdasarkan catatan birdlife.org, sejak burung ini diketemukan pertama kalinya pada 1930, baru saja sekali ditemui kembali. Pertemuan itu terjadi di tahun 2009 lalu di Taman Nasional Gunung Halimun. Karenanya, IUCN Redlist yang semenjak 2014 mengelompokkannya sebagai spesies tertentu (Alcedo euryzona), memberi status Critically Endangered (Krisis).

Dan untuk subspesies Alcedo euryzona peninsulae, (IUCN Redlist mengklasifikannya sebagai spesies tertentu, Alcedo peninsulae) diprediksi memiliki populasi di antara 10.000 sampai 20.000 ekor burung dewasa. Dan IUCN Redlist, semenjak 2014 memasukkan sebagai spesies Near Threatened.

Di Indonesia burung Raja-udang kalung-biru terhitung salah satunya burung yang dilindungi berdasar Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 dan PP No. 7 Tahun 1999.

Kategorisasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Ordo: Coraciiformes. Kerabat: Alcedinidae. Genus: Alcedo. Spesies: Alcedo euryzona.

Nach, itu lah tiga fauna endemik Kalimatan yang berstatu sangat jarang dan dilindungi.

Habitat bekantan hidung merah berada di pulau kalimantan

 


Tidak seperti monyet yang lain, primata yang ini punyai keunikan yang unik di mukanya. Yakni hidungnya yang panjang. Bekantan, demikianlah namanya. Sang hidung panjang ini sebagai satwa epidemik dari Pulau Kalimantan.

Walau dikenali sebagai sang monyet berhidung panjang, tetapi kenyataannya tidak semua tipe bekantan mempunyai hidung yang panjang. Hidung panjang dan besar pada hewan bernama latin Navalis larvatus ini cuma dipunyai oleh spesies jantan.
 

Hewan yang kerap disebutkan Kera Belanda, Pika, Bahara, Bentang, Raseng dan Kahau ini hidup secara bergerombol. Masing-masing barisan dipegang oleh satu ekor Bekantan jantan yang besar dan kuat. Umumnya pada sebuah barisan sejumlah sekitaran 10 sampai 30 ekor.

Habitat Bekantan (Nasalis larvatus) masih bisa ditemui di sejumlah lokasi diantaranya di Suaka Margasatwa (SM) Pleihari Tanah Laut, SM Pleihari Martapura, Cagar Alam (CA) Pulau Terkejut, CA Gunung Kentawan, CA Selat Sebuku dan Teluk Kelumpang. ada di tepian Sungai Barito, Sungai Negara, Sungai Paminggir, Sungai Tapin, Pulau Bakut dan Pulau Kembang.

Bekantan sekarang ini kehadirannya mulai hampir musnah. Karena komunitasnya hancur atau terusik karena ramainya pindah peranan tempat dan kerusakan rimba. Ramainya pemburuan ilegal menjadi satu diantara factor menyusutnya populasi Bekantan.

Berdasar Redlist IUCN (the International Union for Conservation of Nature and Alami Sumber), Bekantan terhitung dalam kelompok Darurat (Endangered). Bekantan termasuk juga primata yang tercatat dalam Appendix I dari CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) yang memiliki arti jangan diperjualbelikan.

Mengenal lebih dekat dengan bekantan, Primata yang suka memanjat dan berenang

 


Bekantan dengan nama latin (Nasalis larvatus) atau Proboscis monkey sebagai spesies epidemik yang menempati rimba bakau (mangrove) di pulau Kalimantan (Indonesia, Malaysia dan Brunei). Di Kalimantan, Bekantan juga dikenal bernama Kera Belanda, Pika, Bahara Bentang, Raseng dan Kahau (Supriatna et al. 2000). Berdasar filogenetiknya, Bekantan terhitung ke kerabat: Cercopithecidae; genus: Nasalis; spesies: Nasalis larvatus (Wurmb 1787). Sekarang ini, ada dua subspesies Nasalis larvatus, yakni: Nasalis larvatus larvatus dan Nasalis larvatus orientalis.

Morfologi dan Tingkah Laris



Bekantan diidentikkan oleh wujud hidungnya yang unik, hingga gampang dikenali antara primata yang lain. Hidungnya panjang, dengan sisi muka tidak banyak oleh rambut. Panjang ekor Bekantan hampir serupa dengan panjang badannya, yakni sekitaran 559-762 mm. Warna rambut pada badannya bervariatif,sisi punggung warna coklat kemerahan, dan sisi ventral dan anggota badannya warna putih keabuan. Ukuran hidung pada jantan dewasa semakin besar dari betina, demikian juga ukuran badannya. Berat badan Bekantan jantan sekitaran 16-22 kg, sementara betina berat badannya sekitaran 7-12 kg.

Bekantan sebagai satwa arboreal (hidup di pohon), tetapi kadang turun ke lantai rimba untuk argumen tertentu. Gerakan dari dahan ke dahan dilaksanakan dengan beragam langkah, misalkan dengan melonjak, tergantung, atau bergerak dengan ke-4 anggota badannya. Disamping itu, Bekantan perenang ulung karena pada bagian telapak kaki dan tangannya mempunyai selaput kulit (situs) sama dalam katak, hingga mempermudah Bekantan untuk seberang sungai.

Bekantan terhitung primata diurnal, yakni aktivitasnya dilaksanakan dimulai dari pagi sampai sore hari. Mendekati sore hari, Bekantan biasanya akan cari pohon untuk tidur disekitaran pinggir sungai. Anggota barisan akan tergabung pada sebuah pohon atau pohon yang lain terletak bersisihan. Bekantan tidak membuat sarang untuk tidurnya.

Bekantan konsumsi sebagian besar sisi tumbuhan dengan formasi, yakni lebih dari 50% daun muda, sekitaran 40% buah dan bekasnya bunga dan biji. Selainnya konsumsi sumber pakan asal tumbuhan, Bekantan seringkali konsumsi beberapa macam serangga. Saat musim kering, Bekantan kerap turun ke tanah untuk cari serangga tanah.

Penyebaran dan Status Pelestarian


bekantan

Bekantan menyebar luas di hutan-hutan sekitaran muara atau tepian sungai di Kalimantan. Di Kalimantan Selatan, Bekantan bisa dijumpai di wilayah rimba rawa, atau muara dan tepian sungai Pulau Terkejut dan Pulau Laut. Di Kalimantan Barat, satwa ini tempati wilayah rimba bakau dalam teritori Taman Nasional Gunung Palung, dan di Kalimantan tengah gampang ditemui di Taman Nasional Tanjung Puting, atau disekitaran Sungai Mahakam. Disamping itu, Bekantan diketemukan di Taman Nasional Kutai dan rimba rawa gambut dan rimba bakau di pantai Kalimantan Timur.

Berdasar Redlist IUCN (the International Union for Conservation of Nature and Alami Sumber), Bekantan terhitung dalam kelompok Darurat (Endangered). Bekantan termasuk juga primata yang tercatat dalam Appendix I dari CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) yang memiliki arti jangan diperjualbelikan.

Teror



Teror khusus kelestarian Bekantan ialah kerusakan habitat dan pemburuan ilegal. Pindah peranan rimba dan illegal loging dan Kebakaran rimba memberi dampak pada pengurangan populasi Bekantan di Kalimantan. Maka dari itu perlu ketentuan-peraturan yang terang dan perlakuan tegas dari pemerintahan untuk aktor pemburuan ilegal atau penghancur rimba.

8 Fakta Menarik Bekantan yang belum anda ketahui



1. Salah satunya monyet paling besar di Asia


Yup, bekantan terhitung salah satunya monyet paling besar di Asia. Lebih persisnya yang sejenis kelamin jantan. Dikutip situs New England Primate Conservancy, bekantan jantan dapat punyai berat capai 24 kg dan panjang badan 76 cm. Ekornya bisa juga tumbuh nyaris sejauh badannya, yaitu di antara 66--75 cm.

Betina biasanya memiliki ukuran badan lebih kecil, tetapi mereka tidak kelihatan terlampau berbeda jauh dari jantan.

2. Dibalik perut buncit ada pencernaan khusus!



Keunikan bekantan tidak hanya berada di hidung besarnya saja, tetapi juga perut buncitnya. Dibalik perut bekantan, ada mekanisme pencernaan khusus yang memikat buat didalami

Sebagai tipe monyet pemakan daun, bekantan banyak konsumsi dedaunan yang banyak diketemukan di komunitasnya sebagai makanan khusus. Nach, mengolah dedaunan rupanya bukan kasus gampang.

Situs A-Z Animals ungkap jika perut bekantan terbagi dalam beberapa ruangan khusus untuk mengolah dedaunan. Ruang-ruang ini memiliki kandungan beberapa bakteri pencerna selulosa yang menolong bekantan mengolah dedaunan secara baik.

Proses pencernaan itu perlu saat yang lumayan lama, hingga perut bekantan kerap penuh oleh makanan yang diolah secara perlahan-lahan. Selainnya dedaunan, bekantan penuhi keperluan gizinya dengan konsumsi tunas, beberapa bijian, buah mentah, sampai serangga.

3. Makhluk sosial yang hidup secara bergerombol


Umumnya primata sebagai hewan sosial, bekantan jadi satu diantaranya. Menurut situs Animalia, bekantan biasanya membuat barisan yang terbagi dalam 2--30 ekor di mana didalamnya ada satu bekantan jantan menguasai dan beberapa betina dan anak-anaknya.

Di tempat di mana terdapat banyak makanan atau dekat sama tubuh air, kelompok-kelompok bekantan akan bergabung jadi satu untuk beraktivitas sosial. Karena itu dapat disebutkan jika kehadiran tubuh air seperti sungai dan rawa-rawa penting untuk kehadiran bekantan.

4. Primata yang pakar memanjat dan berenang


Sebagai primata arboreal, bekantan banyak habiskan waktunya di pohon-pohonan. Ekornya yang panjang menolong bekantan berayun-ayun di dahan pohon untuk menyamakan diri.

Meskipun seringkali hidup di pohon, bekantan punyai kekuatan berenang yang tidak dapat diremehkan. Berdasarkan keterangan situs Active Wild, primata ini pernah terdaftar berenang sepanjang 20 mtr. di permukaan air. Mereka bisa juga terjun dari pohon-pohonan ke air dari ketinggian 15,2 mtr.! Selainnya untuk bergembira, terkadang bekantan harus juga terjun ke air untuk menghindar kejaran predator.

5. Kehadirannya semakin terancam


Spesies bekantan dikelompokkan sebagai endangered atau darurat dalam perincian merah IUCN. Angka komunitasnya alami pengurangan sepanjang 40 tahun akhir.

Ada beberapa factor yang memberikan ancaman kehadiran spesies ini, dimulai dari kebakaran rimba, pemburuan liar, sampai perdagangan satwa liar. Tetapi, lenyapnya habitat asli sebagai teror paling besar, ungkapkan New England Primate Conservancy.

Penggundulan rimba di pulau Kalimantan yang seringkali dilaksanakan untuk kebutuhan manusia sudah habiskan banyak habitat asli bekantan. Bekantan jadi harus turun dari pohon-pohonan seringkali dan tempuh perjalanan jarak jauh cuma untuk cari makanan. Bahkan juga beberapa bekantan yang tinggal di teritori lindung masih tetap terimbas oleh pertanian.

6. Pemakan tumbuhan dan serangga


Bekantan benar-benar menyenangi tumbuhan dimulai dari daun, buah, bunga, dan bijinya. Selainnya tumbuhan, hewan ini makan beberapa macam serangga.

7. Mempunyai ciri-ciri fisik yang unik


Hidung jadi keunikan bekantan, hingga dia bisa secara mudah dikenal. Hidung dari bekantan jantan dewasa rupanya lebih besar dari bekantan betina.
Muka dari hewan asli Kalimantan ini tidak banyak oleh bulu-bulu rambut. Tetapi tubuhnya dipenuhi oleh warna rambut yang bervariatif, yaitu coklat kemerahan di tempat punggung dan warna putih keabuan di anggota badan yang lain.
Bekantan mempunyai ukuran ekor yang dekati ukuran badannya dengan panjang 559-762 mm. Sementara, berat badan dari bekantan jantan adalah 16-22 kg dan betina sekitaran 7-12 kg.

8.Jadi Maskot


Kalimantan Selatan dapat disebutkan tempat populasi paling besar Bekantan di Indonesia. Pemda disitupun manfaatkan kepopuleran Bekantan sebagai Maskot. Tidak cuma pemerintah wilayah menjadikan maskot, banyak lembaga atau instansi lain jadikan Bekantan sebagai maskot. Dunia Fantasipun tidak ingin ketinggal jadi Bekantan sebagai maskot.

Kalimantan Selatan membikinkan tugu raksasa Bekantan. Rumah Bekantan juga jadi tujuan rekreasi. Semuanya wajib melakukan perbuatan untuk jaga janganlah sampai Bekantan musnah.

Tuesday, April 26, 2022

Mengenal lebih dekat dengan satwa endemik pulau Jawa yaitu macan tutul jawa indonesia

macan tutul jawa

 Macan Tutul Jawa indonesia atau kerap pula disebutkan macan kumbang punya nama latin Panthera pardus melas. Kucing besar ini sebagai satu diantaranya dari subspesies macan tutul yang cuman dapat ditemui di hutan-hutan tropis di Pulau Jawa. Dalam kata lain, Macan Kumbang sebagai satu diantaranya hewan wabahk Indonesia. Macan Tutul Jawa punya 2 jenis, ialah punya warna punya warna hitam, dan jelas.

Subspesies Macan Tutul sebagai satwa endemik pulau Jawa ini punyai ciri khas warna bertutul-tutul di sekujur badannya. Secara umum bulu-bulunya punya warna kuning kecoklat-coklatan dengan bercak-bercak punya warna hitam. Bintik hitam di kepalanya mempunyai ukuran lebih kecil. Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) seperti macan tutul yang lain merupakan binatang nokturnal yang lebih aktif pada malam hari. Kucing besar ini terhitung satu diantaranya binatang yang cerdas berenang dan memanjat.

Ciri-Ciri Khusus dan Habitat Asli Macan Tutul Jawa



Diperbandingkan dengan macan tutul yang lain, macan tutul jawa mempunyai ukuran paling kecil, dan punyai indra pandangan dan penciuman yang tajam. Subspesies ini secara umum punya bulu-bulu seperti warna sayap kumbang yang hitam mengilap, dengan bercak-bercak gelap bersifat kembangan yang cuman nampak di bawah sinar terang. Bulu-bulu hitam Macan Kumbang begitu menolong dalam menyesuaikan dengan habitat rimba yang gelap dan lebat. Macan Kumbang betina mirip, dan mempunyai ukuran lebih kecil dari jantan.
Hewan ini soliter, terkecuali pada musim berbiak. Macan tutul ini lebih aktif memburu mangsa pada malam hari. Mangsanya yang terbagi dalam bermacam hewan lebih kecil kebanyakan dimasukkan di atas pohon.

Macan tutul sebagai salah satu kucing besar yang tinggal di Pulau Jawa. Frekwensi type hitam (kumbang) relatif tinggi. Warna hitam ini berlangsung gara-gara satu alel resesif yang dipunyai hewan ini.

Mayoritas komunitas macan tutul bisa ditemui di Taman Nasional Gunung Besar Pangrango, meskipun di semuanya taman nasional di Jawa diadukan pernah ditemui hewan ini, dimulai dari Ujung Kulon sampai Baluran. Berdasar dari lenyapnya habitat rimba, penangkapan liar, dan wilayah dan komunitas di mana hewan ini ditemui begitu terbatas, macan tutul jawa ditinjaukan selaku Krisis mulai sejak 2007 dalam IUCN Red Daftar dan didaftarkan dalam CITES Appendix I. Satwa ini dijaga di Indonesia, yang tertulis dalam UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999.

Jumlah Populasi Macan Tutul Jawa


Jumlah populasi macan tutul jawa [Panthera pardus melas] di alam belumlah ada keputusan. Berdasar IUCN, banyak tidak lebih dari 250 pribadi pada 2008.
Data Persatuan Kebun Binatang Semuanya Indonesia [PKBSI] membuktikan, ada 41 pribadi macan tutul sebagai koleksi kebun binatang.

Makanan macan tutul jawa indonesia


Mangsa terpentingnya terbagi dalam bermacam hewan menyusui, binatang pengerat, ikan, burung, monyet, dan binatang-binatang yang lain ada di sekeliling komunitasnya. Secara umum, Macan tutul mengelak manusia.

Usaha Pelestarian Macan Tutul Jawa


Serius mengikuti hasil trend pengurangan komunitas macan tutul jawa, pemerintahan keluarkan Ketetapan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No P.56/Menlhk/Kum.1/2016 mengenai Trick dan Gagasan Perbuatan Pelestarian Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) Tahun 2016 - 2026. Berdasar hasil dialog waktu proses penataan document, sedikitnya pada intinya diharap terbentuk enam situasi yang bisa diraih dalam tempo 10 tahun di depan:


1. Pengurusan populasi macan tutul jawa di alaM


Berbicara pengurusan mempunyai arti pertama kali perlu tahu lebih dulu posisi komunitas dan sebarannya secara komplet dan pastilah. Bagaimanapun juga, data ini begitu penting saat bikin keputusan dan rencana management pelestarian.

Terkecuali itu, data itu pula diharap menjadi bahan pemikiran dan rujukan untuk banyak penopang keperluan dalam menjalankan acara pembangunan. Dengan demikian diharap formulasi keputusan pembangunan yang diatur tak pernah jadi intimidasi untuk keberadaan macan tutul jawa, dan lantaran itu, di depan jumlah komunitasnya juga dapat dipertahankan.

2. Masalah pengurusan habitat macan tutul jawa


Penting untuk dirumuskan terdapatnya habitat fokus, baik dalam atau di luar wilayah pelestarian di semuanya Pulau Jawa, berbasiskan pada pendekatan areasi atau lanscape. Habitat fokus ini situasinya sebisa-bisanya mesti dipertahankan. Karenanya diperlukan terdapatnya support dari seluruh pihak baik pada tingkat wilayah atau nasional.


3. Penambahan kapasitas partner kerja dan pemerintahan.


Penambahan kemampuan kelembagaan ini penting berkaitan terapan di atas lapangan dengan optimal berkaitan prosedur dan dasar yang sudah disediakan untuk menyukseskan acara pelestarian itu. Terkecuali itu, juga penting untuk digiatkan usaha penegakan hukum dan pengaplikasian sangsi pada aktor pengejaran dan perdagangan ilegal macan tutul jawa.

4. Program pelestarian ex situ


Komunitas macan tutul jawa ex situ punya peranan yang perlu dalam memberi dukungan pelestarian in situ di habitat alaminya. Usaha pelestarian ex situ dan in situ mesti jalan berbarengan. Pelestarian ex situ memiliki fungsi selaku breeding stok apabila satu saat berlangsung situasi yang tidak dikehendaki seperti kebinasaan spesies di habitat in situ atau alaminya. Di sini penting untuk dibikin integratif program di antara ke-2 nya, di antara pemerintahan dan nonpemerintah, baik dalam atau di luar negeri.

5. penyiapan data dan alat informasi


Terdapatnya data dan info yang komplet diharap dapat mempertingkat pengetahuan dan kesadaran seluruh pihak mengenai utamanya pelestarian macan tutul jawa. Karenanya dibutuhkan pemberitaan dan publikasi beberapa hasil riset berbentuk laporan, jurnal, info termashyur, edaran, poster, situs dan situs medsos, dan peningkatan pangkalan data (database) berbasiskan internet.

6. Permodalan pelestarian


Terdapatnya sumber permodalan yang terus-terusan pastilah begitu dibutuhkan untuk menanggung diwujudkannya kelestarian komunitas macan tutul komunitasnya dan jawa. Dengan demikian, sama dengan peraturan ketetapan perundangan yang berjalan di Indonesia, terdapatnya sumber permodalan yang terus-terusan penting ditingkatkan dan dibikin lewat prosedur kerja-sama antarlembaga, baik pemerintahan atau nonpemerintah, baik mengambil sumber dari luar ataupun dalam negeri.

Perbedaan macan dan harimau yang belum anda ketahuii


Perbedaan macan dan harimau, Dua nama hewan ini pastinya kerap kali ya, kita dengar dan pakai pada kehidupan seharian. Tetapi coba teman-teman renungkan kembali, tahukah mana yang harimau dan mana yang macan ? Dapatkah memperbandingkan penampakan ke-2 nya? Kenyataannya, beberapa orang yang masih salah ucap sampai juga ada yang memandang macan dan harimau yakni hewan yang sama. Supaya tidak hingga malu sebab belum mengetahui, check dahulu yok ketidaksamaan macan dan harimau berikut!

Macan dan Harimau Rupanya Berbeda Spesies



Nach lo, mana nih yang kerap memandang macan dan harimau sama? Spesies ke-2 nya rupanya tidak serupa, lho. Macan masuk di spesies middle cat dan harimau termaksud spesies big cat. Ke-2 nya masuk di suku Felidae dan genus Panthera, tetapi punya spesies yang lain terkait tipenya. Buat harimau misalkan, masuk spesies Tigris yang disebut jenis kucing paling besar di dunia. Dan macan tutul, masuk spesies Pardus, dan jaguar yang disebut saudara dekat macan tutul masuk ke spesies Onca.
 

Ukuran Badan Ke-2 nya Pula Tidak serupa


Jika disaksikan dari spesiesnya saja nih, teman-teman sudah tentu dapat mengaitkan jika harimau mempunyai tubuh bertambah besar dari macan. Benar sekali, dikarenakan harimau dewasa umumnya memiliki ukuran 2,5 hingga 3,9 mtr. dengan berat 90 - 310 kg. Dan macan lebih kecil, sama ukuran badan 90 hingga 160 cm dan berat 31 kg. Tinggi harimau dewasa dapat sampai 120 cm, dan macan tutul cuma 70 cm saja. Periode hidup mereka juga tidak serupa, macan dapat sampai 17 tahun dan harimau umumnya 15 tahun.

Warna dan Corak Badan juga Tidak serupa


Harimau sumatera termasyhur dengan lorengnya yang warna hitam. Loreng atau garis-garis di sekujur badan ini adalah ciri-ciri harimau yang tidak dipunyai macan. Buat warna bulu-bulunya, kebanyakan coklat kemerahan pada bagian atas dan putih pada bagian perut dan leher. Dan macan punya corak beraneka dan warna. Macan tutul punya bulu-bulu coklat dengan totol-totol warna hitam. Macan kumbang punya bulu-bulu warna hitam.

Ketidaksamaan Macan dan Harimau


1. Corak di Badan


Corak di dalam tubuh macan dan harimau punya ketidaksamaan yang paling terang dilihat.

Corak yang dipunyai oleh harimau berwujud loreng-loreng, di mana loreng-loreng ini punya beraneka warna, seperti hitam, cokelat, dan putih.

Saat itu, macan tutul punya corak tutul-tutul atau bercak-bercak yang berwarna cokelat dan hitam.

2. Wujud Badan


Wujud badan dari ke-2  type hewan ini tidak serupa, Adjarian.

Harimau termaksud ke type kumpulan kucing yang mempunyai tubuh yang besar di mana beratnya dapat sampai 140 kg.

Nach, jika macan wujud badannya lebih ramping ketimbang harimau dan punya ekor yang lebih panjang.

3. Ketidaksamaan Spesies


Meski ke-2 nya termaksud hewan karnivora dan asal dari keluarga kucing, macan dan harimau adalah dua spesies yang berbeda.

Macan termaksud ke spesies kumpulan kucing tengah atau middle cat, sementara harimau termaksud ke kumpulan kucing big cat atau besar.

O iya, nama latin harimau yakni Panthera tigris.

4. Ketidaksamaan Subspesies


Subspesies dari macan dan harimau pula berbeda.

Harimau terdiri dari 8 sub spesies yang salah satunya asal dari Indonesia, adalah harimau sumatra, harimau harimau jawa, dan bali.

Sementara macan tutul terdiri ke beberapa subspesies, seperti macan tutul, jaguar, dan citah.

5. Warna Badan


Harimau punya warna yang menguasai oranye, namun juga ada type harimau putih yang punya belang warna hitam.

Dan macan punya beraneka warna badan seperti cokelat muda, kuning keemasan, danhitam.

Nach, tersebut lima ketidaksamaan macan dan harimau yang sebaiknya kita pahami supaya saat menyaksikan ke-2  hewan ini tidak terganti lagi.

Kesamaan Macan dan Harimau


Sama Termaksud Type Kucing


Ya, baik harimau ataupun macan adalah type kucing. Soal ini dapat disaksikan dari wujud fisik ke-2 nya yang disebut vs bertambah besar dari kucing biasa. Tetapi buat wujud badan, muka, kaki dan tangan, ekor, dan struktur bulu-bulunya serupa kucing biasa.
 

Sama Hewan Karnivora


Padanan selanjutnya yakni macan dan harimau adalah pemakan daging atau karnivora. Ke-2 nya hidup lewat cara mencari dan tangkap hewan lain seperti rusa, kerbau, kuda, babi, atau sapi. Dan sudah pasti ke-2 nya termaksud hewan buas ya, sebab punya kuku dan taring yang amat tajam. Gigitan dan cakaran ke-2 nya dapat sebabkan cidera yang paling lebar dan dalam.
 

Sama Pelari yang Andal


Macan dan harimau termasuk juga pelari yang andal, walau mereka masih ada di dalam bawah tingkat singa yang dapat lari hingga 80 km per jam. Umumnya, macan dapat lari hingga 58 km /jam, dan harimau di antara 45 hingga 65 km /jam terkait ukuran badannya. Maka dari itu, jangan pernah bertemu macan dan harimau ya, dikarenakan lari juga kemungkinan kamu akan dapat tersusul!

Padanan lain dari ke-2  hewan ini yakni mereka sama dijaga. Pengejaran macan dan harimau amat tidak diperbolehkan, terpenting sebab spesiesnya telah bertambah langka.

Ciri ciri khusus harimau sumatera panthera tigris sumatrae yang belum anda ketahui

 


Panthera tigris sumatrae atau yang biasa kita sebutkan harimau sumatra yaitu satu diantara dari arti penting yang ada di Taman Nasional Kerinci Seblat yang termaksud dalam satwa krusial yang rawan punah (critically endangered) dalam rincian merah spesies terancam yang diluncurkan instansi pelestarian dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature). Harimau merupakan pemangsa menguasai, mereka normalnya aktif saat malam hari, saat senja dan pagi hari, tetapi mereka bias aktif sejauh hari. Harimau menghabisi buruannya secara mengincar dan menangkap mangsanya, harimau merupakan perenang yang amat tangguh andaikata cuaca amat panas mereka dapat habiskan waktunya merendam di air.

Umumnya harimau sumatra miliki warna kulit lebih gelap dan skema belang lebih rapat, serta miliki rambut sangat pendek diperbandingkan harimau lainnya. Skema belang dan warna kulit harimau berbeda tiap personal dan jadi satu diantara ciri ciri khas untuk pengenalan personal harimau sumatra.

Harimau hadapi intimidasi paling besar dari raibnya komunitas alami mereka gara-gara perambahan liar, pembakaran lain seterusnya dan liar. Mereka diincar untuk diperjual-belikan beberapa bagian badannya seperti kulitnya. Harimau termaksud ke daftar satwa dijaga Appendix 1 CITES. Di seluruhnya wilayah sebarannya, harimau dijaga oleh undang-undang biarpun pemburuan perburuan pada satwa itu masih tetap terjadi. Sekarang ini komunitas harimau sumatra yang berada di komunitas alaminya diprediksikan lebih kurang 400 ekor.

Ciri-Ciri Khusus Harimau Sumatera



1. Relatif Kecil


Seperti yang telah diungkapkan di atas jika harimau Sumatera miliki wujud badan relatif kecil diperbandingkan type yang lain atau lewat kata lain kalau diperbandingkan dengan seluruh sub-spesies harimau yang hidup waktu ini.

Untuk sang jantan dewasa dapat miliki tinggi sampai 60 cm dan panjang dari kepala sampai kaki menggapai 250 cm dan berat sampai 140 kg. Sementara itu untuk harimau betina miliki panjang umumnya 198 cm dan berat sampai 91 kg.

2. Ada di Sumatera


Telah dipastikan jika harimau ini cuman bisa diketemukan di Sumatera, seperti namanya. Walau demikian sejumlah spesies kemungkinan ada di wilayah luar Sumatera disebabkan dibutuhkan untuk penangkaran atau pameran di Kebun Binatang daerah spesifik, dimulai dengan lokal sampai Luar Negeri sekalinya. Umpama seperti Bekantan, di mana hewan ini hanyalah berada di Kalimantan, tetapi dengan pahami trik Bekantan bertahan hidup, karenanya dapat juga hewan ini di rawat di luar wilayahnya dengan baik untuk megar biakkannya biar tak langka.

3. Kulit Lebih Pekat


Warna kulit harimau Sumatera ini merupakan corak yang sangat gelap dari seluruhnya harimau, dimulai dengan kuning kemerah-merahan sampai oranye tua. Skema warna hitam di badannya mempunyai ukuran lebar dan jaraknya rapat kadang dempet.

4. Ringan Telusuri Rimba Rimba


Lantaran harimau Sumatera ini miliki ukuran badan relatif kecil, bikin lebih ringan untuk telusuri rimba rimba. Sama semacam sejumlah macam-macam rusa asli Indonesia, walau demikian hewan rusa ini jadi satu diantara sajian hewan buas termaksud Singa atau Harimau hingga hidupnya sendiri sangat juga terancam waktu ada di Rimba lebat.

5. Strip Belang Lebih Tipis


Belang corak di harimau ini lebih tipis dibanding spesies harimau yang lainnya. Karena itu, Anda dapat mengenalnya secara jelas tiada perlu melihatnya secara mendalam dari dekat.

6. Mempunyai Banyak Janggut


Ciri-Ciri Harimau Sumatera yang yang lain ialah miliki banyak janggut dan surai jika diperbandingkan dengan spesies harimau yang lain, khususnya harimau jantan.

7. Bulu-bulu Berbeda Waktu Periode Melahirkan


Bulu-bulunya dapat berbeda warna jadi hijau gelap waktu harimau betina melahirkan. Sementara itu peristiwa ini tak hendak terjadi di Harimau Sumatera berkelamin Jantan.

8. Miliki Selaput di Sela-Sela


Ada selaput di antara jemari si harimau Sumatera yang bikin bisa berenang dengan cepat. Didapati jika harimau ini dapat memojokkan mangsanya ke air, terutama jika binatang buruan itu pelan berenang.

Itu dia ke-8 dari beberapa ciri fisik harimau sumatera yang bisa Anda kenali. Oh iya, terkait dengan hewan buas Anda juga bisa memerhatikan type type ular berbisa dan paling membunuh di Dunia. Mudah-mudahan berguna!

Mengenal lebih dekat dengan orang utan sumatera (Pongo abelii), Yang Habitatnya menghilang dengan sangat cepat

 


Orang utan Sumatera (Pongo abelii) ialah tipe orangutan asli Indonesia yang paling terancam antara dua spesies orangutan yang berada di Indonesia. Orangutan Sumatera memiliki ketidaksamaan dalam soal fisik atau sikap dibanding dengan 'saudaranya' di Borneo. Spesies yang sekarang ini cuma dapat diketemukan di provinsi-provinsi sisi utara dan tengah Sumatera ini kehilangan komunitas alaminya secara cepat karena pembukaan rimba untuk perkebunan dan permukiman dan pembalakan liar.

Sekarang ini ada 13 kantong komunitas orangutan di Pulau Sumatera. Dari jumlahnya itu, peluang cuma tiga kantong komunitas yang mempunyai sekitaran 500 pribadi dan tujuh kantong komunitas terbagi dalam 250 lebih pribadi. Enam dari 7 komunitas itu diprediksi akan kehilangan 10-15% komunitas mereka karena penebangan rimba hingga komunitas ini akan menyusut secara cepat.

Menurut IUCN, sepanjang 75 tahun akhir, komunitas orangutan sumatera sudah alami pengurangan sekitar 80%. Dalam IUCN Red Daftar, Orangutan Sumatera digolongkan Krisis (Critically Endangered).

Beberapa ciri fisik:



  1. Orang utan Sumatera (Pongo abelii) memiliki kantung pipi yang panjang pada orangutan jantan.
  2. Panjang badannya sekitaran 1,25 mtr. sampai 1,5 mtr..
  3. Berat orangutan dewasa betina sekitaran 30-50 kg, dan yang jantan sekitaran 50-90 kg. Bulu-bulunya warna coklat kemerahan.
  4. Jantan dewasa biasanya penyendiri sementara beberapa betina kerap ditemui bersama anaknya di rimba. Rerata tiap barisan terbagi dalam 1-2 orangutan dan ke-2 tipe kelamin memiliki daya jelajahi sekitaran 2-10 km yang banyak bertumpang tindih bergantung pada tersedianya buah di rimba. Sesudah disapih pada usia 3,lima tahun, anak orangutan akan perlahan-lahan mandiri dari induknya sesudah kelahiran anak yang lebih kecil. Orangutan Sumatera betina mulai berproduksi pada umur 10-11 tahun, dengan rerata umur reproduksi sekitaran 15 tahun.


Sekitaran 60% makanan orang utan ialah buah-buahan seperti durian, nangka, leci, mangga dan buah ara, sementara bekasnya ialah puncak daun muda, serangga, tanah, kulit pohon dan terkadang telur dan vertebrata kecil. Mereka bukan hanya memperoleh air dari buah-buahan tapi juga dari beberapa lubang pohon. Orangutan Sumatera dijumpai memakai potongan ranting untuk ambil biji buah. Ini memperlihatkan tingkat intelegensi yang tinggi pada orangutan Sumatera.

Sekarang ini sebagian besar orang utan sumatera cuma diketemukan di Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi Aceh, dengan Danau Toba sebagai batasan paling selatan sebarannya. Komunitas orangutan paling besar di Sumatera ditemui di Leuser Barat (2.508 pribadi) dan Leuser Timur (1.052 individu), dan Rawa Singkil (1.500 pribadi). Komunitas yang lain diprediksi prospektif untuk tetap bertahan dalam periode panjang ada di Tangkai Toru. Diprediksi jumlah keseluruhan komunitas orangutan sumatera sekarang tinggal 6000 ekor.

Berkurangnya komunitas orangutan di alam karena rusaknya rimba daratan rendah sebagai komunitas khusus orangutan dan pemburuan liar untuk diperjualbelikan. Morfologi orangutan yang serupa sekali dengan manusia dan kelihatan lucu saat masih kecil, membuat orangutan menjadi satu diantara favorite primata yang diperjualbelikan secara ilegal.

Orang utan ialah satwa diproteksi yang jangan diperjualbelikan dan dipiara sebagai satwa piaraan (pet animal). Menurut UU nomor lima tahun 1990 mengenai Pelestarian Sumber Daya Alam hayati dan Ekosistemnya, aktor perdagangan orangutan dapat dikenai ancaman hukuman penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta. Tetapi walau telah diproteksi, perdagangan orangutan masih terjadi. Rendahnya kesadaran warga dan kurang kuatnya penegakan hukum jadi penyebab masih ramainya perdagangan orangutan.

Pindah peranan rimba jadi perkebunan sawit ikut mempersempit ruangan gerak orangutan. Di beberapa kasus, orangutan menyengaja dibunuh oleh perkebunan karena dipandang hama. Komunitas orangutan jadi terpecah-pecah hingga makin mengecilkan kesempatan orangutan untuk tetap bertahan hidup dalam periode waktu panjang.