• Si predator eksotik, hewan bercorak loreng-loreng ini mampu berlari dengan kecepatan sampai 60 km/jam. Cakar tajamnya sanggup mencabik mangsa cukup dengan satu sikatan saja. Suara aumannya bahkan juga dapat kedengar sampai 3 km.
  • Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) sebagai spesies yang langka di dunia. Kehadiran badak jawa di Indonesia cuma di TNUK dan teronsentrasi di Semenanjung Ujung Kulon.
  • Burung rangkong atau enggang merupakan Satu diantara burung mempunyai ukuran besar sebagai kekayaan fauna di Indonesia. Disamping ukuran tubuhnya yang besar, rangkong pun miliki paruh besar, panjang, tetapi enteng.
  • Owa Jawa atau Hylobates moloch ialah semacam primata anggota suku Hylobatidae dengan angka populasi di antara seribu sampai dua ribu ekor saja.
  • Sesuai namanya, Jalak Bali burung yang mempunyai nama Leucopsar rothschildi datang dari Pulau Bali. Warga di tempat mengenalinya sebagai curik putih atau curik Bali dan sudah jadi maskot Pulau Dewata semenjak 1991.
Showing posts with label komodo dragon. Show all posts
Showing posts with label komodo dragon. Show all posts

Thursday, May 5, 2022

Komodo adalah kanibal karena...


 Komodo ialah hewan karnivora, maknanya mereka makan daging. Mereka ialah pemburu yang garang hingga mereka bisa makan mangsa yang besar sekali, seperti kerbau besar, rusa, bangkai, babi, serta manusia. Mereka akan makan komodo yang lebih kecil. Mereka dapat makan 80 % dari berat tubuh mereka dalam sekali makan, menurut National Geographic.


Komodo kerap kali memakan sesamanya karena makanan atau mangsa tidak ada. Tersebut penyebabnya komodo kecil atau yang muda habiskan banyaknya waktu di atas pohon. Maksudnya untuk menghindar berjumpa dengan kadal yang semakin besar.


Selainnya sembunyi di atas pohon, komodo muda punyai beberapa trick kembali. Diutarakan oleh Smithsonian National Zoo, komodo muda kerap berguling-guling di tinja, supaya baunya dijauhi oleh komodo besar.


Komodo kecil kerap lakukan ritus khusus untuk menurunkan kemarahan komodo besar. Dalam ritus ini, komodo kecil mondar-mandir disekitaran lingkaran makanan dengan ekor lempeng keluar. Mereka lalu menggoyangkan-goyangkan badan mereka dari 1 segi ke segi yang lain terlalu berlebih.

Komodo melahirkan atau bertelur? Ini jawabanya


 Komodo ialah hewan yang lakukan pengembangbiakan secara ovipar atau bertelur di mana betinanya akan bertelur di sarangnya sekitar 15 s/d 30 telur. Periode inkubasi pada hewan ini berjalan di antara 8 sampai sembilan bulan. Kelahiran bayinya ialah saat yang penting karena mereka tidak memiliki daya menantang banyak predator yang berada di pulau Komodo.


Bayi mempunyai panjang 30 cm saat baru lahir, tapi akan selekasnya mempunyai ukuran yang berarti. Sepanjang mereka kekecilan untuk bela diri, mereka masih tetap terselinap di beberapa pohon. Mereka harus benar-benar berhati - hati karena komodo dewasa ialah hewan kanibal dan mereka dapat dikonsumsi oleh salah satunya pada mereka. Sepanjang berjalannya persembunyian, mereka akan makan serangga, telur dan burung. Saat mereka capai ukuran yang lumrah mereka turun ke tanah dan mengganti makanan mereka.


Mereka capai kematangan seksual mereka sekitaran umur 6 sampai sepuluh tahun bergantung pada pribadi. Anak Komodo biasanya memiliki warna coklat dan hijau dengan garis-garis untuk menolong menyarukan diri. Betina selanjutnya pada gilirannya bisa dibuahi oleh lelaki dan melahirkan.


Musim kawin komodo terjadi antara bulan Mei dan Agustus dan bertelur di bulan September. Sepanjang musim kawin, komodo jantan akan berkelahi merebutkan betinanya.


Perkelahian di antara komodo ini bisa berjalan lama, hingga mereka kerap kali bab dan muntah saat berkelahi. Juaranya akan menjulurkan lidahnya ke betinanya dan ini mengisyaratkan jika dia ialah juaranya.


Kadal raksasa ini adalah hewan yang condong monogami, tidak seperti kadal secara umum. Satu ekor komodo bisa hidup sampai 50 tahun.


Komodo Dapat Mereproduksi tanpa Mempunyai Pasangan


Komodo melahirkan atau bertelur

Komodo sebagai kadal paling besar yang hidup sampai sekarang ini. Komodo dapat capai ukuran tiga mtr. dan berat nyaris 200 kg.


Tetapi sekarang ini spesies Komodo benar-benar beresiko. Di tujuh pulau di Indonesia yang disebut salah satu rumah spesies itu, sudah dibakar komunitasnya oleh manusia untuk pembersihan tempat.


Taman Nasional Komodo di Indonesia tahun 2016 menulis keseluruhan jumlah Komodo sekitar 3.013 ekor. Data itu alami pengurangan dari data tahun 2013 yang sejumlah 3.222 ekor.


Pada tahun 2006 satu ekor komodo betina di Kebun Binatang Chester di Inggris, Flora, bertelur tanpa mempunyai pasangan. Ini disebutkan dengan Partenogenesis.


Komodo itu hasilkan sebuah telur yang sesudah dilaksanakan test DNA cuma mempunyai DNAnya. Dan untuk pertamanya kali peristiwa itu menunjukkan ada Partenogenesis.


Langkah kerja reproduksi tanpa pasangan itu dapat muncul karena Komodo betina mempunyai kromosom jantan dan betina. Hal itu membuat Komodo betina mempunyai bahan genetik yang diperlukan embrio untuk berkembang. Dari hasil peningkatan embrio itu ialah telur baru dengan tipe kelamin lelaki yang sehat.


Kekuatan mereproduksi secara seksual atau aseksual sebuah jalan keluar untuk menyusutnya habitat Komodo. Tetapi hal itu jadi tidak bagus karena tidak ada keanekaragaman gen pada sebuah gerombolan Komodo.

Komodo berasal dari daerah nusa tenggara timur (NTT)

 


Komodo sebagai hewan asli Indonesia yang dari Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bertubuh besar dan gigi yang tajam, dan kulit yang keras pasti jadikan Komodo hewan yang paling ciri khas. Komodo jadi spesies kadal paling besar di dunia. Panjangnya dapat capai lebih dari 3 mtr. dengan berat yang dapat capai 100 kg.

Hewan ini ialah hewan yang diproteksi. Komunitasnya sendiri ada di Taman Nasional Komodo dan dijaga kelestariannya. Padang rumput terbuka, rimba, dan pantai jadi lokasi yang dicintai oleh hewan karnivora ini. Hewan ini akan memburu mangsanya dari siang sampai mendekati sore hari.

Di habitatnya, Varanus komodoensis dipandang seperti predator pucuk dengan penampilan yang menakutkan. Mereka bisa tumbuh  hingga sepanjang 2 - 3 m dengan berat capai 100 kg.

Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Flores, Pulau Gili Motang dan Pulau Gili Dasami di Propinsi Nusa Tenggara Timur sebagai rumah atau habitat asli hewan berfamili Varanidae ini.

Walau didaulat sebagai satwa diproteksi oleh negara, kenyataannya komunitas komodo terus alami pengurangan. Menurut IUCN Red Daftar, status pelestarian ora ada pada tingkat rawan (vulnerable).

Morfologi dan Ciri-Ciri Hewan Komodo 


Di alam liar, hewan komodo biasanya tumbuh sampai seberat 70 kg. Tetapi, spesies liar paling besar yang sempat pakar dapatkan memiliki panjang sekitaran 3,13 m dengan berat capai 166 kg.


Secara morfologi, ora jantan dan betina bisa kita bedakan dari ukuran badannya. Si pejantan umumnya memiliki ukuran semakin besar, dengan ciri-ciri warna kulit abu-abu gelap sampai merah batu bata.


Sedang betina mempunyai warna kulit hijau kecokelatan, dan ada bintik kuning kecil pada bagian kerongkongan. Warna kulit anakan lebih variasi, yaitu kuning, hijau, putih dengan corak hitam.


Minimal ada 60 buah gigi dalam mulut komodo. Panjang gigi itu capai 2,5 cm, dengan wujud bergerigi dan tajam. Lidah hewan ini panjang dan bercabang, berwarna kuning kecokelatan.


Menurut ahli, spesies Varanus komodoensis sanggup menyaksikan sampai sepanjang 300 m. Tetapi karena retinanya hanya mempunyai sel kerucut, indera pandangan mereka condong jelek di waktu malam hari.


Ora sanggup membandingkan warna, tetapi tidak demikian mengusai membandingkan object yang tidak bergerak. Mereka termasuk sebagai hewan yang tuli walau dianugerahkan dua pasang lubang telinga.

Makanan dan Skema Reproduksi Biawak Komodo 


Sama seperti yang kita kenali, komodo sebagai hewan pemakan daging (karnivora). Mereka memburu mangsanya dengan pelan-pelan, lalu serang korbannya secara mendadak.


Saat mangsanya telah dalam jarak yang dapat dijangkau, mereka selekasnya lakukan cara serangan dengan menggigit segi bawah badan atau kerongkongan musuh.


Bila ukuran korban termasuk kecil sampai sedang, ora sanggup makan hewan itu dalam sekali telan. Tetapi proses ini memerlukan waktu 15 - 20 sampai makanan betul-betul tercerna.


Antiknya walau mempunyai mata yang tajam, komodo mendapati korbannya dengan memakai lidah. Lidah mereka bisa mengetahui berbau mangsa, binatang mati atau kritis sampai sepanjang 9,5 km.


Musim kawin komodo sendiri berjalan di antara bulan Mei s/d Agustus. Sepanjang masa ini, beberapa pejantan kerap berkelahi untuk merebutkan si betina dan daerah kekuasaannya.


Selama saat perkawinan, pejantan akan menggosokannya dagu mereka pada sang betina. Cara itu juga dibarengi dengan garukan keras di atas punggung, lalu diteruskan dengan pergerakan menjilat.


Kopulasi terjadi saat pejantan memasukkan salah satunya hemipenisnya ke kloaka betina. Tetapi karena karakternya yang monogamous, mempunyai pasangan bukan arah akhir spesies hewan ini.

 Fakta-Fakta Menarik Sekitar Komodo 

Bersamaan jumlahnya riset yang sudah pakar kerjakan pada komodo, makin bertambah juga bukti-bukti bagus yang bisa dijumpai dari hewan itu. Berikut Greeners kumpulkan salah satunya:


1. Si Betina Sanggup Berbiak Tanpa Kawin 


Pada tahun 2006, sebuah riset memperlihatkan jika biawak ora betina bisa mereproduksi secara aseksual lewat proses Partenogenesis. Karenanya, dia sanggup hasilkan telur walau tidak kawin.


2. Makanan Komodo Bisa Meracuni Mereka 


Metabolisme pencernaan ora termasuk sangatlah lamban. Hingga jika makanan yang dia telan tidak cepat tercerna, makanan itu bisa menjadi toksin dan sanggup membunuh mereka.


Sesudah makan, ora jalan menggeret badannya yang terlalu kenyang ke tempat terbuka untuk berjemur. Proses berjemur sendiri ahli yakin ialah usaha percepat proses pencernaan.


3. Mulut Biawak Ora Memiliki Racun/Bisa


Mereka memang termasuk sebagai pemakan bangkai, tetapi tidak berarti toksin yang ada di mulut mereka (beberapa besar) datang dari bangkai yang hewan itu konsumsi.


Beberapa periset dari Kampus Melbourne (2005) mengaitkan, jika biawak Perentie (Varanus giganteus), kadal dari suku Agamidae, dan biawak yang lain peluang mempunyai seperti dapat.


Bakteri yang sangat membahayakan di air liur ora diprediksi ialah bakteri Pasteurella multocida. Disamping itu, sekitar 28 bakteri Gram-negatif dan 29 Gram-positif sudah diisolasi dari air liur mereka.

Saturday, April 30, 2022

Komodo berkembang biak dengan cara?

 


Komodo ialah spesies biawak besar dan merupakan hewan purba era dinosaurus yang ada di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Propinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.Biawak ini oleh warga asli pulau Komodo dinamai di tempat ora.

Rumah komodo tidak menyebar di beberapa daerah karena karakter sang satwa tersebut. Kadal raksasa ini menurut National Geographic tidak sukai jauh dari rumah, tempat mereka lahir.

Tapi, opini itu berlawanan dengan riset Proceedings B of the Royal Society yang sudah memperhatikan sikap dan gerakan sang kadal raksasa sepanjang satu dasawarsa. Kenyataannya, mereka ialah hewan yang aktif bergerak dan dapat jalan sampai 7 mil tiap hari.

Riset ini mendapati jika sikap komodo yang kerasan di dalam rumah ialah naluri yang tersengaja, bukan lantaran malas bergerak atau buta arah. Mereka bisa kembali lagi ke tempat tinggalnya beberapa waktu selanjutnya, bila saja dipindah ke sisi ujung pulau dari komunitasnya.

Komodo sebagai spesies paling besar dari kerabata Varanidae, sekalian kadal paling besar di dunia, dengan rerata panjang 2-3 mtr. dan beratnya dapat capai 100 kg. Komodo sebagai pemangsa pucuk di komunitasnya karena selama ini tidak dikenali ada hewan karnivora besar lain selainnya biawak ini di sebarang geografisnya.

Badannya yang besar dan popularitasnya yang menakutkan membuat mereka menjadi satu diantara hewan terpopuler di dunia. Saat ini, habitat komodo yang sebenarnya sudah berkurang karena kegiatan manusia, hingga instansi IUCN masukkan komodo sebagai spesies yang rawan pada kemusnahan. Biawak komodo sudah diputuskan sebagai hewan yang diproteksi oleh pemerintahan Indonesia dan habitanya jadi taman nasional, yakni Taman Nasional Komodo, yang maksudnya dibangun membuat perlindungan mereka.

Cara Komodo Berkembang Biak


Musim kawin komodo umumnya berjalan di antara bulan Mei sampai Agustus. Sepanjang masa ini, komodo jantan kerap berkelahi dengan pejantan lain untuk merebutkan betina dan daerah kekuasaannya. Dua pejantan "bergelut" dengan jantan yang lain sekalian berdiri memakai kaki belakang lalu sama-sama menggerakkan dan memukul dengan kaki depan. Komodo yang kalah akan jatuh dan "terkunci" ke tanah. Ke-2 komodo jantan itu bisa muntah atau bab saat siap-siap untuk berkelahi.

Juara pertempuran akan menjulurkan lidah panjangnya dalam tubuh sang betina untuk menyaksikan akseptasi si betina.

Komodo ialah hewan yang lakukan pengembangbiakan secara ovipar atau bertelur di mana betinanya akan bertelur di sarangnya sekitar 15 s/d 30 telur. Periode inkubasi pada hewan ini berjalan di antara 8 sampai sembilan bulan. Kelahiran bayinya ialah saat yang penting karena mereka tidak memiliki daya menantang banyak predator yang berada di pulau Komodo.

Partenogenesis pada Komodo


Dari sisi proses reproduksi yang normal, ada banyak contoh kasus komodo betina hasilkan telur dan menetas meskipun tanpa kedatangan pejantan (partenogenesis), peristiwa yang dijumpai ada pada beberapa spesies reptil yang lain sama dalam Cnemidophorus (Burnie and Wilson 2010). Partenogenesis ialah wujud reproduksi aseksual di mana betina menghasilkan sel telur yang berkembang tanpa lewat proses fertilisasi. Di tanggal 20 Desember 2006, disampaikan jika Flora, komodo yang hidup di Kebun Binatang Chester, Inggris hasilkan telur tanpa fertilisasi. Dari 11 telur 7 salah satunya sukses menetas (BBC News 2006). Periset dari Kampus Liverpool di Inggris utara lakukan test genetika pada tiga telur yang tidak berhasil menetas sesudah dipindahkan ke inkubator, dan bisa dibuktikan jika Flora tidak mempunyai adu fisik dengan komodo jantan. Peristiwa itu sebagai contoh parthenogenesis pada komodo. Disebut jika pada 31 Januari 2008, Kebun Binatang Sedgwick County di Wichita, Kansas jadi kebun binatang yang pertama kalinya mendokumentasi partenogenesis pada komodo di Amerika. Kebun binatang ini mempunyai dua komodo betina dewasa, yang satu diantaranya hasilkan 17 butir telur pada 19-20 Mei 2007. Cuma dua telur yang diinkubasi dan ditetaskan karena masalah tersedianya ruang; yang pertama menetas pada 31 Januari 2008, dituruti oleh yang ke-2 pada 1 Februari. Ke-2 anak komodo itu berkelamin jantan (Sedgwick County Zoo 2008).

Komodo mempunyai mekanisme penetapan sex kromosomal ZW, bukan mekanisme penetapan sex XY sama dalam manusia. Turunan yang umumnya berkelamin jantan memperlihatkan berlangsungnya banyak hal. Jika telur yang tidak dibuahi memiliki sifat haploid pada awalnya dan melipatgandakan kromosomnya sendiri jadi diploid, seperti dapat terjadi bila salah satunya proses pembelahan-reduksi meiosis pada ovariumnya tidak berhasil. Saat komodo betina (mempunyai kromosom sex ZW) hasilkan anak dengan langkah ini, dia mewarisi cuma salah satunya dari pasangan-pasangan kromosom yang dimilikinya, terhitung satu dari 2 kromosom seksnya. Satu set kromosom tunggal ini selanjutnya diduplikasi dalam telur, yang berkembang secara partenogenesis. Telur yang terima kromosom Z bisa menjadi ZZ (jantan); dan yang terima kromosom W bisa menjadi WW dan tidak berhasil untuk berkembang (BBC News 2006).

Walau partenogenesis ini memiliki sifat memberikan keuntungan, kebun binatang perlu siaga kerena partenogenesis kemungkinan bisa kurangi keberagaman genetika (Wats et al. 2006).