• Si predator eksotik, hewan bercorak loreng-loreng ini mampu berlari dengan kecepatan sampai 60 km/jam. Cakar tajamnya sanggup mencabik mangsa cukup dengan satu sikatan saja. Suara aumannya bahkan juga dapat kedengar sampai 3 km.
  • Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) sebagai spesies yang langka di dunia. Kehadiran badak jawa di Indonesia cuma di TNUK dan teronsentrasi di Semenanjung Ujung Kulon.
  • Burung rangkong atau enggang merupakan Satu diantara burung mempunyai ukuran besar sebagai kekayaan fauna di Indonesia. Disamping ukuran tubuhnya yang besar, rangkong pun miliki paruh besar, panjang, tetapi enteng.
  • Owa Jawa atau Hylobates moloch ialah semacam primata anggota suku Hylobatidae dengan angka populasi di antara seribu sampai dua ribu ekor saja.
  • Sesuai namanya, Jalak Bali burung yang mempunyai nama Leucopsar rothschildi datang dari Pulau Bali. Warga di tempat mengenalinya sebagai curik putih atau curik Bali dan sudah jadi maskot Pulau Dewata semenjak 1991.
Showing posts with label elang flores populasi. Show all posts
Showing posts with label elang flores populasi. Show all posts

Monday, May 9, 2022

Fakta Menarik Burung Elang Flores

 

Fakta burung Elang Flores

Elang flores (Nisaetus floris) sebagai jenis elang memiliki ukuran besar, sekitaran 71-82 cm, yang ikut membuat bertambah keberagaman burung di tanah air. Walau namanya elang flores, burung ini bisa ditemui di Pulau Lombok, Sumbawa, dan pulau kecil Satonda dan Rinca, selainnya sudah pasti di Pulau Flores, Nusa Tenggara.


Fakta burung Elang Flores seperti burung pemangsa lain, elang yang badan sisi bawahnya warna putih ini menyenangi rimba daratan rendah dan submontana sampai ketinggian 1.000 mtr. di permukaan laut. Tehnik memakannya yang gampang kelihatan ialah memburu dari tenggeran dan terbang mengangkasa manfaatkan saluran udara panas (thermal soaring).


Bermula pada tahun 2004, rangkaian pelajari genetika, morfologi dan survey lapangan dilaksanakan buat menilai anak-anak jenis elang brontok (Nisaetus cirrhatus) yang menyebar luas. Dimulai dari India dan sekelilingnya, Sri Lanka, Kepulauan Andaman, Filipina, Semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.


Hasilnya, anak jenis yang ada di Nusa Tenggara, persisnya teritori Flores dan sekelilingnya (Nisaetus cirrhatus floris) ini mempunyai ketidaksamaan watak morfologi dan diputuskan sebagai jenis tertentu yakni elang flores (Nisaetus floris). Dunia juga mengaku, elang flores sebagai jenis tertentu yang cuma ada di daerah Nusa Tenggara.


Semenjak diputuskan sebagai jenis tertentu, status pelestarian elang flores alami kenaikan berarti. Persebarannya yang terbatas di teritori rimba di Nusa Tenggara benar-benar dikuasai oleh luas tutupan hutannya. Disamping itu penangkapan dan perdagangan ilegal jadi parah keadaan komunitasnya di alam.


Jumlah pribadi dewasa di semua persebarannya diprediksi sekitaran 100 pasang dengan wilayah jelajahi sekitaran 10.000 km persegi. Kecondongan komunitasnya yang tetap turun membuat Tubuh Pelestarian Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature) memutuskannya sebagai jenis "satu cara ke arah kemusnahan" (Critically Endangered/CR). Pemerintahan sendiri memutuskan burung ini sebagai jenis diproteksi lewat Ketentuan Pemerintahan No. 7 Tahun 1999 mengenai Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.


Di Flores, salah satunya daerah persebarannya ada di teritori rimba Mbeliling. Burung Indonesia di awal 2012 menulis 5 kali pertemuan dengan jenis ini di Dusun Golo Desat, Roe (Cunca Lolos), Golo Damu, dan rimba Puarlolo yang keseluruhnya terhitung dalam daerah Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.


Di Indonesia, beberapa jenis Nisaetus yang kita mengenal selainnya elang Flores ialah elang jawa (Nisaetus bartelsi), elang wallace (Nisaetus nanus), elang brontok, elang gunung (Nisaetus alboniger), dan elang sulawesi (Nisaetus lanceolatus).


Fakta unik burung Elang Flores


Fakta burung Elang Flores

1. Fakta Elang Flores yang pertama ialah burung epidemik indonesia yang dari Nusa Tenggara. Saat ini Elang Flores di prediksikan komunitasnya tidak lebih dari 250 ekor elang dewasa dapa tahun 2005 hingga masuk ke dalam daftar merah (IUCN Redlist) sebagai Critically Endangered (Krisis).


2. Fakta Elang Flores yang ke dua adalah, Komunitas Penyebaran Elang Flores cuma dapat di dapatkan di pulau Flores, Satonda, Paloe, Komodo, Sumbawa, Rinca dan Lombok.


3. Komunitas burung Elang Flores ada di rimba dataran rendah dan rimba Submontana yamg mempunyai ketinggian sampai 1600 mtr. di permukaan laut.


4. beberapa fakta dari ciri ciri-ciri unik Elang Flores adalah Biasanya ukuran badan Elang Flores dewasa sekitaran 60 sampai 80, ukuran yang lumrah untuk hewan burunng pemangsa.


disamping itu ciri ciri-ciri yang khas serta unik pada burung Elang Flores ialah kepalanya yang warna putih dan bergaris coklat pada mahkotanya, disamping itu rupanya kakinya jugak warna putih


Fakta unik yang lain badan Elang Flores memiliki warna coklat kehitam-hitaman, dan dan perutnya warna putih bercorak tipis yang warna coklat kemerahan, dan ekornya warna coklat dengan garis gelap sejumlah enam.


5. Makanan burung Elang Flores tidak jauh berbeda dari makanan secara umum burung elang, seperti hewan jenis burung kecil, ular, kadal dan hewan hewan kecil yang lain.


6. Pemicu Kemusnahan Elang Flores atau pemicu masuk ke daftar hewan langka sebagiannya di sebabkan karena hewan Elang Flores dikira sebagai hama oleh masyarakat yang mana hewan burung Elang Flores memakan ayam.


disamping itu kemusnahan atau langkanya hewan burung Elang Flores di sebabkan oleh beberapa orang memakan burung Elang Flores untuk dipasarkan pada harga yang mahal karena masuk hewan langka yang diproteksi.


7. Usaha konservasi burung Elang Flores dengan di baginya pelestarian dan diberikan sebuah pembelajaran pada warga mengenai hewan hewan yang langka dan nyaris musnah.

Mengenal Elang Flores, Burung Pemangsa Yang Terancam Punah Karena Diburu

 

elang flores, elang flores dilindungi, elang flores populasi, ciri2 elang flores, habitat elang flores

Nama Elang Flores nyaris tidak dikenali oleh mayoritas warga Flores secara umum. Cuma sedikit orang yang disebutkan periset, atau pemandu rekreasi alam yang ketahui kehadiran Elang Flores di dataran Flores. Di sejumlah tempat elang Flores dikatakan sebagai burung Rajawali yang membandingkan jenis elang ini dengan jenis elang yang lain.


Nisaetus floris atau elang Flores ialah jenis burung pemangsa yang dari kerabat Accipitridae. Dia dipandang seperti "key species" karena peranannya dalam jaga kesetimbangan ekosistem sekitaran.


Hewan bergenus Nisaetus ini sempat pakar kira berkerabat dengan ras Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus). Walau seterusnya dijumpai, jika ke-2 nya mempunyai morfologi yang cukup berlainan.


Elang flores sebagai jenis pemangsa yang menyebar di Pulau Lombok, Sumbawa, dan pulau kecil Satonda dan Rinca, dan tentu saja Pulau Flores, dan secara umum di daerah kepulauan Nusa Tenggara. Sekarang ini populasi burung pemangsa ini benar-benar terbatas sekitar di antara 100-240 pribadi dewasa (Rosary, 2019). Status populasi satwa ini menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) terhitung krisis (Critically Endangered/CR) atau satu cara ke arah kemusnahan di alam.


Sifat dan Ciri-Ciri Burung Elang Flores


Elang Flores

Spesies N. floris termasuk sebagai burung memiliki ukuran besar. Mereka bisa tumbuh sejauh 71 - 82 cm dengan keunikan kepala warna putih, dan garis-garis cokelat pada bagian mahkotanya.


Badan sisi atas elang Flores umumnya memiliki warna cokelat kehitaman. Dada dan perut mereka terlihat warna putih, dengan corak garis tipis (seperti palang) warna cokelat kemerahan.


Sisi ekornya mempunyai enam garis gelap warna cokelat, sedang sisi kakinya warna putih jelas. Saat umur remaja, kepala burung ini kelihatan lebih pucat dibanding pribadi dewasa.


Walau begitu, tidak ada ketidaksamaan berarti di antara jenis burung jantan dan betina. Bila kita pelajari lebih jauh, ke-2 nya malah terlihat cukup serupa dengan elang brontok muda.


Elang Flores makan temanan burung, kadal, ular dan mamalia kecil yang lain. Karena komunitasnya makin terkikis, dia sering memakan hewan piaraan masyarakat hingga dipandang hama.


Penyebaran, Habitat dan Rutinitas Nisaetus floris


Elang Flores

Menyaksikan peta persebarannya, Nisaetus floris cuma dapat kita dapatkan di beberapa daerah timur Indonesia. Mereka menebar dimulai dari Pulau Flores, Pulau Sumbawa sampai Pulau Lombok.


Berdasar sebagian sumber, burung elang Flores sempat diketemukan di daerah Palu dan Pulau Komodo. Tetapi, kebenaran atas info itu tidak bisa pakar validasi sampai sekarang ini.


Pada intinya, ahli yakin jika habitat asli mereka ada di rimba hujan daratan rendah. Walaupun pada riset yang lain, ditemui juga spesies N. Floris di tempat rimba dekat kaki gunung.


Habitat pegunungan burung ini dipercayai sampai 1.000 m di permukaan laut. Dia terbang di dekat tempat rimba utuh atau semi utuh, dan di sejauh segi lereng gunung dan di atas kanopi rimba.


Fauna berordo Accipitriformes ini seringkali kelihatan sendirian atau berpasangan. Mereka menempati di ranting pohon untuk istirahat, sekalian memperlihatkan keelokan mahkotanya.


Penebaran Elang Flores


Elang Flores

Elang flores terhitung salah satunya jenis burung epidemik Indonesia yang bisa ditemui di wilayah timur terutamanya di pulau Flores, Sumbawa, dan Lombok (di tepian Taman Nasional Rinjani) dan di dua pulau Satonda di dekat Sumbawa dan Rinca di dekat Komodo. Catatan dari Paloe dan Komodo belum diverifikasi.


Makanan Elang Flores


Elang Flores

Di teritori dekat permukiman, mempunyai rutinitas memakan ayam piaraan yang mengakibatkan burung pemangsa ini kerap dicari oleh petani karena dipandang seperti hama. Makan burung, kadal, ular dan mamalia kecil.


Populasi Elang Flores


Elang Flores

Dari study lapangan mengenai Elang Flores ini, Gjershaug et al. (2004) mengaitkan jika populasi spesies ini sekitaran kurang dari 100 pasang, berdasar perkiraan ukuran daerah mereka sepanjang 40 km².


Raharjaningtrah dan Rahman (2004) secara mandiri memprediksi populasi pada 73 sampai 75 pasangan, berdasar ekstrapolasi mereka dari prediksi ukuran jelajahi rumah 38,5 km² (n = 3). Atas dasar itu, beberapa periset mengaitkan jika kemungkinan ada 10 pasang di Lombok, 38 pasang di Sumbawa, dan 27 pasang di Flores.


Musim Kawin Elang Flores

Elang Flores

Verheijen (1964) menulis sarang aktif di Flores Barat di bulan Maret (1), April (2), Mei (1), dan Agustus (1), tapi tidak memberi perincian selanjutnya. Penerbangan monitor dan sanggahma dilihat di Flores di bulan Juni dan Juli 2003 oleh J.-M. Thiollay (in litt. To Gjershaug et al. 2004), memperlihatkan jika pembiakan berjalan sepanjang musim kemarau.


Gjershaug et al. (op cit.) dikasih tahu oleh warga dusun di Mbeliling, Flores jika sebuah pohon besar yang ditebang di bulan Agustus berisi sarang dengan sarang elang yang besar (kemungkinan dari spesies ini), memberikan indikasi pengembangbiakan sepanjang musim kemarau. Sarang dan telur tidak disebut.


Kenapa Elang Flores Terancam Musnah?


elang flores, elang flores dilindungi, elang flores populasi, ciri2 elang flores, habitat elang flores

Mengarah situs Direktorat Jenderal Pelestarian Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), populasi elang Flores sekarang ini diprediksikan sekitar 100 - 200 pribadi atau mungkin kurang dari 100 pasang saja.


Sedang berdasar ekstrapolasi dari range daerah jelajahinya (sekitaran 38,5 km2), peluang ada 10 pasang N. floris di Pulau Lombok, 38 pasang di Sumbawa, dan 27 pasang di Pulau Flores.


Harus dipahami, secara nasional elang sejenis ini sebenarnya terhitung dalam satwa diproteksi oleh negara. Hal tersebut telah sesuai PP No. 7/1999 mengenai Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.


Terancamnya populasi elang Flores sebetulnya tidak jauh dari tingkah manusia. Selainnya dicari karena dipandang hama, masifnya kegiatan perambahan rimba membuat habitat mereka semakin terkikis.


Walau sebenarnya untuk beberapa masyarakat lokal, burung yang dikenali bernama Ntangis, Toem atau Empo ini dipandang suci karena terkait kuat dengan kebudayaan dan adat-istiadat di tempat.


Untuk warga Suku Manggarai pada bagian barat Flores misalkan, toem diberlakukan secara pantas, jangan diamankan, dibunuh atau disiksa, karena dipandang seperti nenek moyangnya manusia.


Elang Flores, Salah Satu Spesies Pemangsa Paling Terancam


Elang Flores

Dari sekitaran 71 jenis burung pemangsa yang berada di Indonesia, cuma dua jenis yang masuk ke kelompok terancam musnah atau endangered, menurut Daftar Merah IUCN (International Union for Conservation of Nature), yakni elang Jawa dan elang Flores.


Seperti jenis burung pemangsa lain, elang yang badan sisi bawahnya warna putih ini menyenangi rimba daratan rendah dan submontana sampai ketinggian 1.000 mtr. di permukaan laut (m dpl). Tehnik memakannya yang gampang kelihatan ialah memburu dari tenggeran dan terbang mengangkasa manfaatkan saluran udara panas (thermal soaring).


Di Indonesia, beberapa jenis Nisaetus yang kita mengenal selainnya elang flores ialah elang Jawa (Nisaetus bartelsi), elang Wallace (Nisaetus nanus), elang brontok, elang gunung (Nisaetus alboniger), dan elang Sulawesi (Nisaetus lanceolatus).


Jumlah komunitasnya sekarang ini diprediksi di antara 100 sampai 240 pribadi dewasa. Kecondongan komunitasnya yang tetap turun membuat Tubuh Pelestarian Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature) memutuskannya sebagai jenis Krisis (Critically Endangered/CR).